KATA CINTA UNTUK AL-HARIQ

Mungkin akan ku ceritakan sedikit kiah ini, terjadi pada pada akhir Agustus. Aku menemukan seseorang yang membuatku percaya bahwa ………(rada ngalay)tapi percayalah itulah yang awalnya ku rasakan ketika melihat dinding FBnya. Hal yang sering membuatku tertegun sendiri ketika membaca status yang ia buat. Jujur aku tak mengenalnya dan bisa dikatakan aku langsung jatuh hati dengan dia karena sebuah kata-kata yang ia buat di dinding fbnya . “Sesuatu terkadang tak seperti y kita lihat d mata” Masalahnya bukan di situ” itulah sekelumit kata-kata yang ia buat. Dan hebatnya foto yang terpajang tidaklah jelas, hingga bisa dikatakan aku jatuh hati dengan manusia tanpa wajah melalui buku wajah (supergila). Hingga beberapa bulan berlalu hati dan pikiranku tetap memikirkannya. Ini tak seperti biasanya. Aku kira ini hanyalah cinta ala-ala nyemot. Namun kok bertahan lama. Aku takut tak dapat mengkontrol perasaan ini hingga ku beranikan diri untuk melamarnya melalui chat. Jangan salah guys, aku sudah melalui pergejolakan dalam hati dan pikiran hingga tangisan dan istikharah berbulan. Hingga aku mengingat sebuah kisah dari bunda khadijah. apakah ini benar atau tidak caraku. lalu terkirimlah sudah kepadanya. Hingga hari ke7 aku terus menunggu balasannya, dan ia hanya mengatakan (y) yaitu emot like yang ku tak tahu apa artinya, ku tanyakan kembali hingga 3 kali, namun ia terus bergeming tanpa ada balasan padaku. Lalu pupuslah sudah harapanku. Dengan deraian air mata semalaman yang membanjiri kamar dan juga remukan jantung yang terasa dihujam pedang yang begitu dahsat. Akhirnya, aku memutuskan untuk menyerah dan melupakannya. Walaupun gak semudah itu. Tapi aku berusaha keras dengan berbagai cara menyibukkan diri dengan kegiatan, alhamdulillah dengan banyaknya rutinitas yang dijalankan. Hingga waktu untuk memikirikannya pun mulai memudar. Dan tak terasa sudah berjalan hampir setahun untuk mengikhlaskannya. Karena dia yang terbaik akan mendapatkan yang terbaik pula. Aku percaya itu. ALLAH tidak akan tinggal diam melihat hambanya yang sedang berjuang memantaskan diri untuk bertemu sang pencipta yang menciptakan si dia. Begitulah manusia ia terlalu mencintai manusia ketimbang sang penciptanya. Maafkan aku ya-Rab. (note: Alhariq sedang kuliah di Al-Azhar University hanya itulah sekelumit yang ku ketahui darinya) Semangat untukmu berjuang untuk menjadi penerang dalam gelapnya dunia. Terima kasih dan selamat tinggal sudah menjadi buku yang mengajariku ilmu sabar. Padang/16/2/19.

Advertisements